![]() |
| Ilustrasi GondolaMan saat bekerja di ketinggian |
Akhir bulan September tahun 2018 lalu aku memutuskan untuk mengakhiri karirku
sebagai seorang mekanik dan service advisor di sebuah
bengkel mobil di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan dan memutuskan untuk
mengawali kiprah dalam dunia High Rise Cleaning di PT. ISS Indonesia.
Awalnya,
aku hanya ingin mencari pekerjaan baru yang
lebih baik, soalnya saat itu tempatku bekerja tidak memiliki jenjang karir
yang jelas, pemberian gaji juga seringkali telat dan menurutku tidak setimpal
dengan apa yang telah ku kerjakan.
Aku dan sahabatku bernama Alief, memutuskan untuk resign dari
tempat kerja tersebut dan memutuskan untuk melamar kerja di PT. ISS Indonesia
salah satu perusahaan yang bergerak dalam facility service terbesar di dunia.
Bidang yang kami lamar adalah Gondola Man, pekerjaan yang sangat berisiko yaitu
melakukan pembersihan kaca luar maupun dalam gedung ataupun bangunan yang tinggi . Pikirku
saat itu tidak ada yang lain selain mendapat pekerjaan yang lebih baik daripada
sebelumnya. Sedikit terpikir perasaan takut akan ketinggian, tapi ambisi
mendapat kerja lebih baik mengalahkan rasa takut itu.
Mengapa Memilih Menjadi Gondola Man?
Di ISS Indonesia sendiri sangat banyak bidang pekerjaan yang
bisa kami lamar, namun dari sekian banyak bidang tersebut hanya Gondola Man
yang memiliki kebutuhan tinggi akan pelamar, pikirku dengan begitu otomatis
lamaran kami akan di proses cepat karena perusahaan ini membutuhkan man power yang banyak.
Hari itu, hari Jumat aku dan Alief sengaja datang pagi-pagi
sekali ke kantor pusat ISS untuk mengikuti proses rekruitmen. Kami bertemu
dengan banyak calon pelamar yang lain yang melamar di berbagai bidang pekerjaan,
dan benar saja, karena kebutuhan tinggi Gondola Man didahulukan. Langsung
interview dan esok harinya langsung melakukan tes medhical
check up guna mengetahui kondisi kesehatan kami yang akan menjadi operator
gondola nantinya.
![]() |
| Ilustrasi pekerja Gondola Man menggunakan Gondola |
Menjalani Masa Kelas Training Selama 9 Hari.
Setelah tes medis tentunya kami harus dilatih terlebih dahulu
agar menjadi man power yang kompeten,
karena pekerjaan ini sangat sangat berisiko . Kami dijejali materi selama seminggu penuh, lalu praktek dan di akhiri dengan ujian tertulis serta ujian praktek.
Selama masa training yang dilakukan
di kantor pusat ISS Indonesia aku mendapat banyak hal baru mulai dari teman
baru, pengetahuan baru, pengalaman baru dan banyak lagi. Tentu karena ini kali
pertama bagiku berkecimpung di dunia ketinggian.
![]() |
| Teman-teman kelas training Gondola Man periode 1-9 Oktober 2018 |
Mulai Bekerja di Area Penempatan
Setelah lulus dari kelas training, aku dan teman-teman di
pecah ke berbagai area untuk memenuhi kebutuhan man power di area tersebut. Setelah melakukan tanda tangan kontrak
dan mengurus segala kebutuhan administrasi kami langsung ditempatkan di area
dan mulai dihitung bekerja.
Entah kebetulan atau memang takdir, aku dan Alief kembali
disatukan di area penempatan yang sama. Alhamdulillah tidak terlalu jauh juga
dari rumah hanya sekitar 15KM dan akses
ke tempat kerja juga mudah.
![]() |
| Aku dan Alief mendapatkan area penempatan yang sama. Kami jadi satu lagi. |
![]() |
| Apartemen tempat kami bekerja. |
Terhitung tanggal 11 Oktober 2018 aku dan Alief mulai bekerja sebagai Gondola Man di area penempatan yang merupakan apartemen mewah bertaraf internasional di kawasan Kedoya, Jakarta Barat dengan jumlah 2 tower masing-masing memiliki ketinggian 33 lantai. Bukan tanpa hambatan, sebagai pegawai baru aku harus kembali menyesuaikan diri di lingkungan kerja yang baru, dengan budaya kerja yang baru, dan jenis pekerjaan yang baru dengan risiko yang sangat tinggi. Segala prosesnya aku selalu nikmati dan syukuri agar menjadi man power yang baik dan memiliki etos kerja yang baik juga.
Itulah cerita bagaimana aku bisa menjadi seorang Gondola Man.
Tunggu cerita dan pengalamanku di postingan selanjutnya ya!
Bitova Renovian






Sipp..smgt terus brother
ReplyDelete